Asal Mula Situ Lengkong Panjalu | Sekilas Kisah vol.2

July092012
Konon, saat Sanghyang Borosngora masih muda, ia terkenal sangat sakti tiada tanding. Bukan saja di sekitar Jawa Barat, bahkan di seluruh Jawa Dwipa (Pulau Jawa), tidak ada yang mampu menandingi kesaktiannya. Ia berjanji, akan berguru kepada siapa saja yang sanggup mengucurkan darahnya.

Waktu terus berjalan dan rasa penasaran Sanghyang Borosngora semakin memenuhi benaknya saat itu. Kebetulan ia berjumpa dengan seorang resi yang mengatakan bahwa yang dapat mengalahkannya yaitu orang bernama Sayyidina Ali di kota Mekah. Maka berangkatlah Sanghyang Borosngora ke negeri Arabia untuk mengajak bertarung Sayyidina Ali. Namun baru saja disuruh mencabut tongkatnya, Sanghyang Borosngora sudah tak sanggup dan keluarlah darah dari sekujur tubuh. Seketika itu juga pemuda dari Panjalu itu menjatuhkan diri sambil menyatakan menyerah. Dan pada saat itu juga ia memekuk Islam dihadapan Sayyidina Ali k.w.

Setelah berguru tentang Islam selama bertahu2, Sanghyang Borosngora kembali ke Panjalu sambil membawa 3 buah tanda mata dari Sayyidina Ali. Pertama, pedang Dzulfikar. kedua, jubah dan tombak untuk berdakwah. dan ketiga, ia membawa air zam-zam di dalam gayung batok kelapa yang berlubang-lubang. Sebelum pergi, Sayyidina Ali memberi nama kepada pemuda Panjalu ini, yaitu Syekh Haji Abdul Iman. Ia ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Setibanya di kerajaan Panjalu, air zam-zam tersebut ditumpahkan ke sekeliling Nusa Gede perlahan-lahan. Air suci itu kemudian menyebar semakin luas dan akhirnya berubah menjadi sebuah danau atau Situ. Setelah berpikir sejenak, Prabu Borosngora beserta ayahnya yang bernama Prabu Cakradewa, memberi nama tempat itu "Situ Lengkong" hingga saat ini. Beliau berpesan kepada seluruh rakyat Kerajaan Panjalu agar tetap memelihara kelestarian Nusa Gede serta menjaga kebersihan Situ Lengkong. Siapapun dilarang membuang kotoran, sebab air danau tersebut berasal dari air zam-zam dari Mekah. Jika ada yang berani mengokori air danau, akan menanggung akibatnya.

Karena panggilan hati untuk menyebarkan Islam terus memenuhi kalbu, Waliyulloh Prabu Sanghyang Borosngora kemudian berangkat ke berbagai pulau, diantaranya Sumatra dan Kalimantan. Sementara pemerintahan di Panjalu dilanjutkan oleh Prabu Harian Kencana, yang dikemudian hari ia juga bergelar wali seperti ayahnya.

Sejak Waliyulloh Prabu Borosngora tilem di Nusa Gede, terjadi keajaiban. Sebagian prajurit Panjalu dan Kawali berubah menjadi kelelawar beribu-ribu banyaknya. Sebab antara kerajaan Panjalu dan Kerajaa Kawali terdapat ikatan kekeluargaan yang erat. Prajurit yang telah menjelma menjadi kelelawar tersebut ditugaskan menjaga kelestarian dan keberadaan Nusa Gede. Tugas yang tak kalah penting adalah menjaga keutuhan sejarah perjalanan Kerajaan Panjalu dari tangan jahil yang hendak merusak lingkungan Nusa Gede dan Situ Lengkong.

Konon, setiap pertapa yang bermaksud memohon sesuatu, selalu lari terbirit-birit dari makam keramat Waliyulloh Hariang Kancana sebab tidak tahan menghadapi godaan. Hal biasa yang menggoda para pertapa antara lain mayat hidup, harimau jadi-jadian, dan yang paling menakutkan adalah ular naga bermahkota yang sangat besar. Hal ini berlanjut terus sampai saat ini, walopun zaman telah berubah sebab kekeramatan seorang waliyulloh tidak akan pudar. Tentu saja itu semua terjadi atas kehendak Alloh SWT. semata. Tanpa kehendak dan kekuasaan-Nya, semua itu tak mungkin terjadi.
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

18 tanggapan untuk "Asal Mula Situ Lengkong Panjalu | Sekilas Kisah vol.2"

nickz pada 06:15, 09-Jul-12

Kayak semacam babad y sob, mrgreen

Otong Buncir pada 06:24, 09-Jul-12

Waw org sunda bru tau masta

Hana Sifa pada 06:28, 09-Jul-12

kunjungan pagi sob.. Jadi tau sedikit nie sejarah nya. wink

Reyhan pada 08:38, 09-Jul-12

Thinkyu follbcknya gan

Mahad Al-Zaytun Indonesia pada 10:22, 09-Jul-12

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Salam kenal, Salam Perdamaian dan Salam Toleransi, semoga kita tetap dalam Ajaran Ilahi.

Kisahnya luar biasa, semoga hal ini bukan hanya cerita rakyat saja, tetapi sebuah kisah yang mengandung hikmah dan pelajaran bagi umat manusia dan kisah ini sangat bernilai dan tak terukur akan harganya, terimakasih sudah share, dan kami sudah menfolow blog Anda, agar kami mengetahui informasi update posting blog Anda, Jika tak keberatan Folow kami juga ya... Maklum kita manusia, sudah sewajarnya kita manusiawi.. biggrin

Admin
http://Al-Zaytun.mywapblog.com

Anonymous Blog pada 11:44, 09-Jul-12

@nickz,
iy sob...smile

Anonymous Blog pada 11:45, 09-Jul-12

@Otong Buncir,
nte org sunda taquestion bru tw anebiggrin

Anonymous Blog pada 11:46, 09-Jul-12

@Hana Sifa,
ok.. thanks gansmile

Anonymous Blog pada 11:47, 09-Jul-12

@Reyhan,
masama..smile

Anonymous Blog pada 11:50, 09-Jul-12

@Mahad Al-Zaytun Indonesia,
slam ukhuwah gan..
lngsg mlncur ke TKP n mksh buat knjngannya..

Fery S6v3 pada 13:49, 09-Jul-12

waw mantap kangbiggrin
Jangan lupa kunbal

Andriy Konomunenii pada 15:37, 09-Jul-12

Kunjungan sore brada ..
Nice post ..
Sukses selalu buat sobat !! smile

arrow http://andriy-konomunenii.com

Dina Aresa Kumala pada 15:51, 09-Jul-12

kunjunga sore mas. . .

AiDista pada 16:06, 09-Jul-12

Ini saatnya gue bilang WAW, ane mau baca dari vol.1 dulu ya sob alx ketinggalan, wkwkwk

AiDista pada 16:19, 09-Jul-12

Ini saatnya gue bilang WAW yang kedua kalinya, ceritanya bagus sob, wkwkwk mrgreen

※ Tj-Blog ※ pada 16:35, 09-Jul-12

Mantap artikelnya, sukses gan..

Nanang Qosyim pada 16:58, 09-Jul-12

wah postingannya keren, lanjut terus gan,sukses selalu

Ditunggu kunbalny....
arrowhttp://nq26.heck.in/naruto-269-3gp-mp4.xhtml

Alfa73 pada 20:03, 09-Jul-12

Ow, jd gi2 yah sob awal mula situ lengkong. Mungkin sang prabu sudah mendapat hidayah sampai beliau rela dan mau pergi ke jazirah arab untuk menemui shahabat ali ra.

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

Silakan masuk untuk berkomentar

 
Kembali ke Atas